Spesies :
Bauhinia acuminata Linn.

Nama Inggris :
dwarf white bauhinia

Nama Indonesia :
bung kupu-kupu, bauhinia

Nama Lokal :
panawar saribu (Sunda), galela (Halmahera), kupu-kupu (Melayu)

Deskripsi :
Tanaman perdu dengan tinggi hingga 3 m. Daun membulat telur sampai sedikit membulat, terbelah dua sehingga bagaikan sayap kupu-kupu, pangkalnya agak rompong, ujungnya meruncing. Perbungaan tandan lateral atau terminal, 3-10 bunga; kuncup bunga menggelondong, berambut tipis sampai gundul, mahkota bunga putih. Buah menggaris, bersekat, gundul. Biji 5-11, bundar.

Distribusi/Penyebaran :
Jenis ini tumbuh tersebar di Asia Tenggara, dari Jawa, Borneo, Filipina dan Timor.Jenis ini juga sudah ditanam secara luas di seluruh Asia Tenggara termasuk Indonesia.

Habitat :
Bauhinia acuminata ditemukan di hutan dipterocarp kering, hutan jati dan semak, juga di hutan kapur. Jenis ini tumbuh di dataran rendah dengan curah hujan yang tinggi dan dapat juga tumbuh di daerah yang kering.

Perbanyakan :
Perbanyakan dilakukan dengan menggunakan biji, namun penanaman dengan menggunakan stek juga dapat dilakukan namun keberhasilannyalebih sedikit daripada menggunakan biji. Sebelum biji ditanam, lebih baik biji direndam dalam air selama 1 malam baru keesokan harinya biji ditanam.

Manfaat tumbuhan :
Di Jawa Barat ekstrak dingin dari akar digunakan suntuk mengatasi batuk. Bauhinia acuminata secara luas ditanam sebagai tanaman hias.

Sinonim :
Bauhinia linnaei Ali .

Sumber Prosea :
12(3): Medicinal and poisonous plants 3 p.91 (author(s): Lemmens, R.H.M.J. and Bunyapraphatsara, N.)

Kategori :
Tumbuhan obat