Spesies :
Stelechocarpus burahol (Blume) Hook. F. & Thomson

Nama Inggris :
Kepel

Nama Indonesia :
Kepel

Nama Lokal :
kepel (Jawa), kecindul (Jawa), burahol (Sunda)

Deskripsi :
Pohon, tinggi mencapai 25 m dengan garis tengah batang 40 cm. Kulit batang berbenjol-benjol bekas tempat bunga dan buah keluar. Daun tunggal, lonjong atau bundar lonjong meruncing, panjang 12 - 27 cm dan lebar 5 - 9 cm, hijau gelap, menyerupai kulit yang tipis, lokos. Bunga berkelamin tunggal, harum. Bunga jantan pada batang bagian atas atau cabang-cabang yang tua bergerombol 8 sampai 16. Bunga betina hanya pada batang bagian bawah. Buah bulat dan pangkalnya runcing, seperti buah buni, berwarna coklat keabu-abuan dan berbau harum. Biji berbentuk jorong, berjumlah 4 - 6 setiap buah.

Distribusi/Penyebaran :
Tumbuh tersebar di Asia Tenggara, dari kawasan Malesia sampai kepulauan Salomon. Bahkan sudah ditanam di Filipina dan Australia. Di Jawa, tanaman ini sudah jarang ditemukan.

Habitat :
Di Jawa, Kepel tumbuh liar hutan-hutan sekunder dataran rendah pada tanah liat yang basah pada ketinggian sampai 600 m dpl. Pohon ini juga tumbuh baik diantara rumpun-rumpun bambu, pada hal kebanyakan jenis pohon lainnya tidak akan mampu bersaing dengan bambu.

Perbanyakan :
Perbanyakan dapat dilakukan dengan biji. Cara stek dan cangkok juga pernah dicoba namun belum berhasil.

Manfaat tumbuhan :
Buahnya dapat dimakan segar dan berkhasiat sebagai bahan obat maupun kosmetika. Apabila makan buah Kepel maka akan membuat bau yang harum pada air kencing, keringat dan nafas yang dikeluarkan. Secara medik, daging buah Kepel dapat memperlancar air kencing, mencegah inflamasi ginjal dan menyebabkan sterilitas wanita. Kayunya dapat digunakan sebagai bahan industri atau bahan perabot rumah tangga. Di samping itu tanaman ini juga baik sebagai tanaman hias.

Sinonim :
Uvaria burahol Blume (1825).

Sumber Prosea :
2: Edible fruits and nuts p.290-291 (author(s): Sunarto, AT)

Kategori :
Buah-buahan