Spesies :
Artocarpus altilis

Nama Inggris :
Breadfruit

Nama Indonesia :
Sukun

Nama Lokal :
sukun (tidak berbiji); kelur, timbul (berbiji)

Deskripsi :
Pohon berumah satu, seringkali dengan banir. Daunnya berseling, bentuk daunnya lonjong hingga membundar telur. Perbungaan diketiak daun, berwarna kuning Buahnya bentuk silinder hingga membulat telur. Seluruh tanaman ini mempunyai getah putih.

Distribusi/Penyebaran :
Asal usul sukun belum diketahui dengan pasti. Pusat keanekaragamannya berada di Indonesia hingga Papua Niugini, dalam arti luas dikatakan asli Pasifik dan Asia Tropika. Sukun sekarang tumbuh tersebar luas di seluruh daerah tropika lembab.

Habitat :
Sukun tumbuh di daerah tropika lembab pada temperatur 20-40°C dan curah hujan 2000-3000 mm, dan kelembaban udara 70-90%. Curah hujan dapat menstimulasi terjadinya pembungaan, pertumbuhan dan juga perbuahannya. Pohon muda masih bisa tumbuh di daerah yang teduh namun ketika dewasa memerlukan matahari penuh. Pertumbuhan sukun memerlukan tanah yang baik, aluvial dan tanah yang berhumus serta mempunyai drainase yang bagus. Di Niugini, sukun tumbuh juga di pinggir hutan di tempat yang sering terkena banjir atau rawa.

Perbanyakan :
Sukun yang berbiji dapat ditanam dari bijinya yang akan berkecambah hingga 90 -95% bila ditanam dari biji yang masih segar. Selain itu pembudidayaan biasa digunakan dari stek akar. Potongan akar yang panjangnya 2.5 cm atau lebih ditanam menyudut di bedengan pembibitan. Cara pembudidayaan lainnya adalah dengan okulasi, kuncup. Jarak tanam dianjurkan 12 m x 8 m (kira-kira 100 pohon/ha).

Manfaat tumbuhan :
Buahnya yang masak dimakan dengan cara merebus, membakar atau menggorengnya. Semacam biskuit dapat dibuat dari potongan buahnya yang masak dan dikeringkan di bawah sinar matahari atau di oven. Di beberapa tempat di Pasifik sukun disimpan dengan cara menguburnya. Buah yang telah difermentasi tersebut dapat diubah menjadi makanan yang bergizi dengan bau seperti keju, dan dapat dibuat untuk membuat kue. Di Polinesia, buah sukun digunakan sebagai bahan makanan pokok. Kulit batangnya yang berserat digunakan untuk pakaian tradisional. Getahnya yang putih sering dipakai sebagai lem untuk pembuatan perahu, namun dipakai juga untuk pemikat burung dan sebagai bahan baku permen karet. Bila getahnya dicampur dengan air hujan dapat digunakan untuk obat diare. Daunnya yang muda bila dipamah dapat dipakai untuk mencegah keracunan makanan. Pohon sukun baik ditanam sebagai peneduh di kebun kopi dan juga penahan angin.

Sinonim :
Artocarpus communis J.R. & G. Forster (1776), Artocarpus camansi Blanco (1837).

Sumber Prosea :
p. 83-86 (author(s): Verheij, E.W.M. and Coronel, R.E.)

Kategori :
Bahan Pangan Pokok